
Ninik L Karim
Dosen Pemerhati Lingkungan yang Terjun ke Dunia Peran
Pernah membaca novel Ketika Cinta bertasbih karya Habiburahman el Shirazy? Novel bernafaskan Islam yang telah difilmkan tersebut memang diharapkan bisa mengikuti kesuksesan besar novel ayat-ayat cinta karya penulis yang sama yang telah lebih dulu difilmkan.
UI boleh berbangga karena salah satu dosennya, Ninik L Karim menjadi salah satu pemeran di dalam film tersebut. Dalam film besutan sutradara senior Haerul Umam tersebut, wanita yang kini menjabat sebagai dosen sekaligus kepala laboratorium psikologi social tersebut berperan sebagai Malikatun, seorang janda yang periang dan sangat perhatian dan sayang terhadap anaknya. Watak Malikatun tidak jauh berbeda dengan keseharian Ibu dua orang anak ini, yang selalu bersahaja dan bersahabat.
Ninik L Karim juga beradu acting dengan Dedy Mizwar walaupun hanya dua scene saja. Selebihnya wanita yang aktif menjadi konsultan di dalam tim Sahabat Sampah Jakarta ini banyak beradu peran dengan bintang baru. Pengalaman syuting Ketika Cinta Bertasbih menjadi begitu berkesan karena di sela sela syuting, wanita yang hobby mengamati pemandangan alam ini banyak memperoleh pengalaman religi karena dikelilingi banyaknya kru yang fasih di dalam ilmu agama Islam.” Aku banyak berdiskusi dengan ustadz yang juga turut andil dalam pembuatan film ini, mereka sangat membantuku untuk menghayati peran sekaligus mendalami agama Islam,” ujar wanita yang sangat menggemari masakan local Indonesia ini.
Di sela-sela kesibukan mengajar dan bermain seni peran, wanita yang pernah bermain di dalam film Ibunda, Pacar Ketinggalan Kereta dan beberapa FTV ini juga aktif di banyak kegiatan social dan lingkungan. Bahkan istri dari Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta menjadi salah satu rekannya di dalam Tim Sahabat Sampah Jakarta, sebuah tim yang mengupayakan pendaur ulangan sampah agar kembali menjadi berguna untuk masyarakat. “Aku memiliki cita-cita untuk minimal membuat sepuluh pengemis di Indonesia agar tidak menjadi pengemis lagi dan kembali produktif,” ujarnya dengan semangat. Wanita asli Mataram ini juga berpesan agar sebagai manusia kita harus mengasah terus seluruh bakat yang kita miliki. “Aku percaya bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang lahir tanpa memiliki arti dan guna untuk manusia lainnya, semua keberhasilanku hingga bisa bermain di dalam film merupakan keajaiban dari Tuhan, dan untuk keajaiban itu aku terus mengasahnya agar berlian pada diriku menjadi lebih bersinar,” ucapnya sekaligus mengakhiri perbincangan. (OS)
Nama : Ninik L Karim
TTL : Mataram Lombok 14 januari 1949
Nama Lengkap : Sri Rochani Soesetio Karim
Alamat : Jakarta Selatan
Basic pendidikan : Sma di Kediri, S1 dan S2 di UI fak Psikologi jurusan Psikologi Sosial
Status : menikah,
anak ke1 Azfansadra Karim, dan anak ke 2 Sharli Nicita Karim
Mata kuliah yg diajar : psiko sosial, lingkungan budaya, proses kelompok dan psiko media
Jabatan di fakultas dan di tempat lain, dosen dan kepala lab psiko social, staff akademik fakultas seni pertunjukkan IKJ ( namun tidak mengajar), konsultan di dalam tim sahabat sampah jakarta
Slogan/motto : Tidak ada manusia yang dilahirkan tanpa memiliki arti atau guna untuk manusia lainnya.
Kegiatan lain : ikut di dalam program pemberdayaan masyrakat yang tidak berdaya
Cita-cita : minimal membuat 10 orang pengemis untuk kembali menjadi produktif lagi.
Hobby : membaca dan melihat pemandangan alam yang indah
Makanan favorit : semua masakan lokal indonesia
Warna favorit : warna yang kalem
Aktor dan aktris favorit: Meryl Streep, Jhonny Depp, dan Robert de Niro
Sutradara favorit : Chaerul Umam ( sekaligus orang yang dianggap paling berjasa di dalam karir seni perannya.
Tempat favorite : alam indonesia
Berperan sebagai Malikatun di dalam film ketika cinta bertasbih, seorang janda yang sederhana, perhatian, optimis, periang dan sangat sayang terhadap anaknya.
Awal mula bisa bermain dalam film ketika cinta bertasbih, ditelepon dan dipanggil langsung oleh Chaerul Umam sutradara, sebelumnya tanpa proses casting.
Pesan dan kesan, dalam film saya berjilbab, dan di dalam tim saya terdapat banyak orang yang fasih di dalam agama Islam, saya pun banyak bertanya dengan mereka, untuk menambah pengetahuan saya di bidang agama Islam.
Kata-kata mutiara, semua karunia Tuhan harus dipelihara dan diasah semaksimal mungkin. Dan di dalam dunia ini tidak ada satu manusiapun yang dilahirkan tanpa memiliki arti dan guna untuk manusia lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar