Senin, 18 Januari 2010

hahahaha fun fun fun!!!!

ayo ayo dibuka linknya...

cocok buat yang doyan telat

http://www.apakabardunia.com/post/teknologi/8-alarm-yang-akan-memaksa-anda-untuk-bangun-dari-tidur

i'm an ordinary lover

I'm not an artist,but i'm sure i can draw a rainbow in your heart

i think we're both a bullet full with love and sin

I love your song but that doesn't mean that you have too..

You dont have to trust before loving someone..

kalo cinta sudah melekat,t*i kucing pun rasa coklat

Minggu, 17 Januari 2010

bahkan negara tetangga pun lebih "bijak" daripada kita

"kalau anda tak suka ya tak usah simak," begitulah ucap seorang kebangsaan malaysia ketika dimintai komentarnya mengenai kontroversi kedatangan Kangen Band ke negaranya. Komentar tersebut akan sangat berbeda jika anda menanyakannya kepada orang Indonesia sendiri, tentunya ke kaum menengah ke atas. Maksud perkataan "kalau anda tak suka ya tak usah simak," seharusnya memeberikan kita ilham untuk melihat perspektif lain dari keberhasilan orang.

Orang hidup pasti ingin berhasil dan sukses, namun sayangnya rasa iri dan dengki sudah erat mendarah daging pada bangsa Indonesia. Keberhasilan seseornag justru malah dianggap rendah dan hina hanya karena penampilan fisik dan strata sosial yang berbeda.

Okay dari pada gue terlalu panjang bercerita, singkat saja...

Berapa jumlah pengangguran di Indonesia?
Berapa jumlah kasus kriminal di Indonesia?

Korelasinya jelas!

Pernah membayangkan jika personil kangen band, tidak lagi berkarya, lalu menculik ibu anda, atau membunuhnya?
Lucu kedengarannya pasti...

Tapi semoga bisa mengubah pandangan anda terhadap usaha dan keberhasilan orang lain

Selasa, 12 Januari 2010

Filosofi "labil"

"Hey gila ya lu masih dengerin pee wee gaskins, labil gila deh," lagi lagi gue nemuin fenomena munafik di kebanyakan remaja sekarang ini. Kalo gue liat ungkapan "labil" ga jauh beda sama "alay", yang sama sama bertujuan menunjukkan bahwa kita "lebih" dari orang yang kita cemooh. Namun untuk kasus labil ini lebih diartikan kepada ketidakdewasaan dan ketidak matangan seseorang

Bagaimana seseorang sampai kita bisa dikatakan labil?
Labil sendiri merupakan suatu kondisi psikologis seseorang yang bisa dikatakan gamang, rapuh dan tidak jelas. Kondisi ini kerap terjadi pada remaja usia menengah. Ungkapan labil menjadi menyakitkan jika kita sedang menyukai suatu hal, namun di sisi yang lain hal yang kita suka ternyata malah sedang menjadi public enemy.

Kita tentu terganggu, bahkan hal tersebut bisa menjadi konfik batin internal dalam diri kita.

Apa hak orang hingga bisa mengatakan kita labil?
Setahu gue hanya orang tua yang tahu perkembangan mental kita secara menyeluruh atau secara harfiah teman yang mencemooh anda labil adalah orang yang sok tahu.

Apakah semua orang labil?
Tentu saja, silahkan mengaku anda ini telah dewasa, tapi ada waktunya dulu anda pernah menyukai musik boyband, melayu, emo dan lainnya. Hal tersebut adalah kewajaran, keinginan menduplikat seseorang adalah fenomena wajar, coba buka buku sosiologi SMA anda, saya yakin anda akan menemukannya.

Okay cukup paparan gue tentang orang yang munafik hingga mencemooh orang labil, labil=sebuah kewajaran dan semua orang pernah labil, jadi jangan sok dewasa, toh semua ada waktunya. Adat mencemooh justru menggambarkan bahwa andalah yang sebenarnya belum dewasa dalam bersikap.

Filosofi "alay"

"Sumpah lu alay banget sih masi dengerin kangen band," begitu ucap seorang mahasiswa mengejek temannya yang kebetulan sedang menyetel lagu kangen band di ipodnya. Ucapan bernada miring seperti tadi kini sering sekali diucapkan di masyarakat saat ini, khususnya anak muda dan yang telah berusia matang. Bagaimana sebenarnya seseorang sampai bisa dikatakan alay, apakah karena gayanya yang tergolong norak, toh malah hal tersebut dijadikan trend, seperti gaya harajuku di Jepang. Ataukah karena penampilan si manusianya yang pas pasan, haha sudah merasa ganteng atau cantikkah anda?

Kalau saya menafsirkan sendiri, terlontarnya kata alay merupakan umpatan dari orang yang memiliki perasaan lebih hebat dibandingkan orang lain. Hal ini bisa saja terkait strata sosial, penampilan fisik dan ekonomi.

Lalu sebenarnya wajarkah kita jika kerap menggunakan kata alay terhadap individu tertentu?
Jika anda termasuk orang yang angkuh, silahkan sering gunkan kata tersebut. Tapi sebelumnya pernahkan anda berkaca apakah diri anda sudah sebegitu sempurna. Okay pikirkanlah!